Sejarah Pasar Badung :
Pasar Badung merupakan pasar rakyat di Kota Denpasar yang berlokasi di Jalan Gajah Mada yaitu jalan utama yang menjadi pusat pertokoan ibu kota provinsi bali yang beroperasi selama 24 jam dan menjadi pusat perekonomian masyarakat Kota Denpasar dan sekitarnya. Sejak zaman kerjaan dulu pasar badung memiliki posisi bersebelahan dengan Pasar Kumbasari dan dibelah oleh aliran Tukad Badung dengan jembatan penghubung antara keduanya. Konon katanya Tukad Badung menjadi lintasan ekspedisi Belanda yang bergerak menuju Puri Pemecutan dari Denpasar pada saat peristiwa Perang Puputan Badung, 20 September 1906. Pasar Badung sendiri menyimpan perjalanan sejarah yang panjang, sebagai pusat perekonomiam Kerajaan Badung pada saat itu. Nama Denpasar sebagai pusat pemerintahan diambil dari katan “Den” yang berarti di sebelah utara dan “Pasar” yang merujuk pada keberadaan pasar. Pada tahun 1907 lokasi pasar Kerajaan Badung yang pada mulanya bertempat di Kantor Walikota yang berada di Jalan Gajah Mada di pindahkan agak ke barat di lokasi Pasar Badung saat ini.
Pada mulanya lokasi Pasar Badung adalah tempat kediaman orang-orang Jawa dan Madura. Karena tempat tersebut digunakan sebagai lokasi padar, maka orang-orang Jawa dan Madura dialihkan lokasinya ke arah utara yaitu Kampung Wonosari (Kampung Jawa sekarang). Oleh pemerintah Kolonial Belanda di dalam lokasi Pasar Badung dibangun los-los pasar untuk para pedagang, sedangkan tempat-tempat di sekitar Pasar Badung yaitu Jalan Gajah Mada dan Jalan Sulawesi sekarang bermukim pedagang Cina, India, dan Arab yang pencarian utamanya adalah berdagang dan dengan cara membuka toko sebagai tempat untuk berjualan. Barang-barang yang diperdagangkannya adalah candu, tembakau, barang-barang, perhiasan dan barang-barang kelontong lainnya. Selain sebagai tempat yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan pasar juga merupakan tempat pertukaran kebudayaan. Pasar Badung telah menjelma menjadi ruang interaksi sosial antara masyarakat lokal dan pendatang. Ada transaksi tukar menukar dan jual beli hasil pertanian, barang kerajinan, perlengkapan upacara adat atau agama dan industri rumah tangga. Pasar Badung kini mempunyai kapasitas 6 lantai, terdiri dari 2 basemant dan 4 lantai untuk los dan kios. Sementara untuk lantai dasar gedung, pedagang disediakan sebanyak 48 unit los. Sementara lantai 1 sebanyak 483 unit los, lantai 2 sebanyak 254 unit los, dan 145 unit kios. Untuk lantai paling atas yakni lantai 3 disediakan 254 unit los dan 145 unit kios. Sehingga keseluruhan los berjumlah 1.450 unit ditambah jumlah kios sebanyak 290 unit dengan total keseluruhan los dan kios total berjumlah 1.740 unit. Secara alami Pasar Badung seperti memiliki dua waktu operasional yaktu pagi dan malam.
Pasar Badung pagi menjual berbagai kebutuhan rumah tangga sehari-hari baik berupa kebutuhan pokmok maupun kebutuhan upacara agama. Selain itu, pasar badung juga menjadi daya tarik yang menarik bagi wisatawan mancanegara dan menjadi salah satu obyek wisata City Tour di kawasan Heritage Gajah Mada. Aktivitas pasar pagi berlangsung dari jam 05.00-17.00 Wita. Sedangkan pada malam harinya aktivitas pasar memanfaatkan pelataran parkir. Komoditas yang ditawarkan juga sama dengan pasar pagi yaitu sayur-mayur, daging, sarana upacara agama janur, bunga, buah dan kuliner. Aktivitas pasar malam berlangsung mulai pukul 15.30-24.00 untuk wisata kuliner malamnya dan untuk sayur-mayur, buah dan daging mulai 15.30-06.00 Wita. Hal ini unik yang dapat dijumpai di Pasar Badung adalah keberadaann “Tukang Suun” adalah tukang angkut belanja bagi pembeli yang memborongi barang dalam jumlah banyak. Tikang Suun ini hamper seluruhnya perempuan biasanya membawa keranjang bamboo yang dijunjung di atas kepalanya anda dapat membayar Rp.5.000-Rp.10.000 untuk sekali angkut.
Terwujudnya Pasar Tradisional yang Berwawasan Budaya sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
Testimonials




Pasar Badung memiliki lingkungan sekitar yang asri dan sejuk seperti terlihat pada galeri berikut







Pihak Pasar Badung terbuka untuk melakukan kerjasama baik itu pengerjaan project, penyelenggaraan event atau program positif lainnya untuk lebih mengenalkan Kuliner di Pasar Badung sebagai salahsatu kuliner Khas Nusantara.